Salah satu sumber penerimaan dalam APBN adalah penerimaan pajak. Kita pun tidak asing lagi dengan jargon “orang bijak taat bayar pajak”, atau himbauan lainnya dalam rangka meningkatkan penerimaan pajak. Lalu seberapa banyak akhirnya pemerintah berhasil memperoleh penerimaan pajak? Jenis pajak apa saja yang memberikan kontribusi terbesar? Pertanyaan tersebut dapat dijawab setelah melihat publikasi penerimaan pajak yang dapat diakses dengan mudah di website dirjen pajak.

Penerimaan pajak sampai 31 Oktober 2o14 tercatat sebesar Rp 773,3 Triliun, sedangkan target penerimaan pajak dalam APBN Perubahan 2014 sebesar 1072 Triliun lebih. Jadi pemerintah masih  harus menggenjot penerimaan pajak sekitar 300 Triliun Rupiah lagi dalam kurun waktu dua bulan saja agar target penerimaan pajak tercapai. PPh Non Migas tetap menjasi penyumbang terbesar yaitu Rp 362,6 Triliun, disusul oleh PPN dan PPnBM sebesar Rp 316,7 Triliun. Rincian selengkapnya penerimaan pajak dapat dilihat di bawah ini:

Sumber: Dirjen Pajak (2014)

Tags: , ,

2 Responses to “Penerimaan Pajak 2014”

  1. Heru
    17. Feb, 2016 at 5:39 am #

    Sangat disayangkan dengan alasan tidak mencapai target, sekarang hampir semua sektor yang tadinya tidak kena pajak sekarang dikenakan pajak.

  2. Linux VPS
    12. May, 2016 at 5:23 pm #

    DJP telah melaksanakan berbagai upaya dan terobosan untuk memaksimalkan penerimaan pajak sekaligus mengawal kebijakan TPWP 2015, diantaranya melalui dialog perpajakan, pengawasan intensif, penegakan hukum secara selektif, hingga blusukan ke berbagai sentra ekonomi.

Leave a Reply

Name (required)

Email (will not be published) (required)

Website


one + 9 =